Jumat, 29 November 2019

Inilah Beragam Penyebab Usus Buntu yang Perlu Diwaspadai

Penyakit usus buntu atau apendisitis adalah suatu gangguan kesehatan yang dapat terjadi karena infeksi di bagian apendiks yang terletak di perut bagian kanan bawah. Dalam kasus ini, bakteri di dalam usus atau saluran pencernaan cepat berkembang biak dan menyebabkan apendiks meradang, bengkak, sampai bernanah. Berbagai penyebab usus buntu di bawah ini perlu diwaspadai agar tidak sampai menimbulkan peradangan di apendiks.

1. Infeksi Saluran Pencernaan
Salah satu penyebab apendisitis adalah infeksi pada saluran pencernaan. Infeksi ini disebabkan aktivitas virus, bakteri, jamur, ataupun cacing yang bernama Enterobius vermiculari yang sudah menyebar ke area usus buntu, lalu menyumbat area rongga usus. Penyumbatan ini dapat bersifat sebagian ataupun menutupi seluruh bagian. Jika penyumbatan tersebut menutupi seluruh rongga apendisitis, upaya penanganan yang bisa dilakukan adalah operasi.

2. Genetik

Genetik

Penyebab usus buntu berikutnya adalah faktor genetik. Dikutip dari www.brilio.net, jika salah satu orang tua penderita pernah mengalami apendisitis, maka hal tersebut bisa membawa dampak kepada turunannya. Risiko anak terkena apendisitis jadi meningkat sebanyak 10 kali lipat jika dibandingkan dengan anak yang orang tuanya tak punya riwayat apendisitis. Tak hanya itu, golongan darah A ternyata lebih berisiko mengalami radang apendiks dibandingkan golongan darah O.

3. Penumpukan Feses
Faktor pemicu lainnya dalam kasus apendisitis adalah adanya penumpukan feses. Selain disebabkan oleh virus, apendiks bisa tersumbat oleh feses karena menumpuk. Saat feses ini menumpuk di area apendiks yang berongga dan buntu tersebut, area itu menjadi rumah baru untuk bakteri. Lama kelamaan, kondisi tersebut menyebabkan pembengkakan dan peradangan usus buntu.

4. Cedera pada Perut

Cedera pada Perut

Apakah Anda sudah pernah mengalami cedera ataupun trauma pada perut? Hal ini bisa menyebabkan persoalan pada rongga usus. Penyebab usus buntu yang satu ini bisa berupa cedera setelah menjalani operasi caesar ataupun terluka karena hal lain, misalnya kecelakaan, olahraga, bela diri, dan sebagainya. Cedera pada perut tersebut menyebabkan infeksi di jaringan dinding apendiks atau di bagian tubuh pada rongga perut lainnya.

5. Makanan
Salah satu penyebab usus buntu berikutnya adalah masuknya benda asing ke apendiks. Penumpukan makanan yang tidak halus dikunyah ataupun biji-bijian bisa memicu peradangan. Ada juga beberapa makanan yang disinyalir menjadi asal muasal apendisitis adalah makanan instan, gorengan, makanan yang dibakar, makanan yang terlampau asin, serta makanan pedas. Makanan yang rendah serat juga menjadi pemicunya. Dalam berbagai kasus, cabai dan buah jambu memang menjadi penyebab utama apendisitis.

6. Tumor
Tumor atau daging tumbuh memang bisa menyerang seluruh bagian tubuh, termasuk apendiks. Saat tumor mengendap pada bagian usus, bagian rongga usus yang buntu juga akan ikut tersumbat. Hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya peradangan atau disebut juga penyakit usus buntu atau apendisitis. Kondisi medis tertentu ini termasuk sangat serius dan harus segera ditangani agar tidak semakin meluas. Selain tumor, iritasi karena bisul juga dapat terjadi di dalam apendiks.

Berbagai penyebab usus buntu yang disebutkan di atas merupakan kategori ringan sampai parah. Dalam kondisi tertentu, peradangan apendiks yang disebabkan oleh berbagai faktor di atas bisa menjadi parah apabila tidak segera ditangani. Bagi Anda yang masih sehat kondisinya, tetap waspadalah pada berbagai faktor penyebab apendisitis di atas agar bisa mencegah peradangan pada apendiks.

Sumber Artikel:
www.brilio.net
www.halodoc.com
www.alodokter.com

Sumber Gambar:
www.idntimes.com
cdn.idntimes.com
www.brilio.net